Translate

Real45 Menu

7/14/2013

Negasi dan Konjungsi



Negasi

 Jika p adalah  "Surabaya ibukota Jawa Timur.", maka negasi atau ingkaran dari pernyataan p tersebut adalah ~p yaitu: "Surabaya bukan ibukota Jawa Timur."  Atau "Tidak benar bahwa Surabaya ibukota Jawa Timur."  Dari contoh di atas nampak jelas bahwa p merupakan pernyataan yang bernilai benar karena Surabaya pada kenyataannya memang ibukota Jawa Timur,  sehingga  ~p akan bernilai salah. Namun jika p bernilai salah maka ~p akan bernilai benar seperti ditunjukkan oleh tabel kebenaran di bawah ini. 

 P
~P
B
S
S
B

Konjungsi

 Konjungsi adalah suatu pernyataan majemuk yang menggunakan perakit "dan". Contohnya, pernyataan Adi berikut :
"Fahmi makan nasi dan minum kopi."
Pernyataan tersebut ekivalen dengan dua pernyataan tunggal berikut: "Fahmi makan nasi." dan sekaligus "Fahmi minum kopi."
Dalam proses pembelajaran di kelas, berilah kesempatan kepada para siswa untuk bertanya kepada diri mereka sendiri, dalam hal mana pernyataan Adi di atas bernilai benar dan dalam hal mana bernilai salah dalam empat kasus berikut,  yaitu:
(1) Fahmi memang benar makan nasi dan ia juga minum kopi,
(2) Fahmi makan nasi namun ia tidak minum kopi,
(3) Fahmi tidak makan nasi namun ia minum kopi, dan
(4) Fahmi tidak makan nasi dan ia tidak minum kopi.
 Pada kasus pertama, Fahmi memang benar makan nasi dan ia juga minum kopi. Dalam kasus seperti ini, tidaklah mungkin Anda akan mengatakan pernyataan Adi tadi bernilai salah. Alasannya, pernyataan Adi tadi sesuai dengan kenyataannya. Pada kasus kedua, Fahmi makan nasi namun ia tidak minum kopi. Dalam hal ini, tentunya Anda akan meny atakan bahwa pernyataan majemuk Adi tadi bernilai salah karena meskipun Fahmi sudah makan nasi namun ia tidak minum kopi sebagaimana yang dinyatakan Adi. Sejalan dengan itu, pada kasus ketiga, Fahmi tidak makan nasi meskipun ia sudah minum kopi. Sebagaimana kasus kedua tadi, Anda akan menyatakan bahwa pernyataan majemuk Adi tadi bernilai salah karena Fahmi tidak makan nasi sebagaimana yang dinyatakan Adi bahwa Fahmi makan nasi dan minum kopi. Akhirny a, pada kasus keempat, Fahmi tidak makan nasi dan ia tidak minum kopi. Dalam hal ini Anda akan menyatakan bahwa pernyataan majemuk Adi tadi bernilai salah karena tidak ada kesesuaian antara yang dinyatakan dengan kenyataan yang sesungguhnya.
Berdasar penjelasan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa suatu konjungsi p q akan bernilai benar hanya jika komponen-komponennya, yaitu baik p maupun q, keduanya bernilai benar, sedangkan nilai kebenaran y ang selain itu akan bernilai salah sebagaimana ditunjukkan pada tabel kebenaran berikut : 

p
Q
p^q
B
B
S
S
B
S
B
S
B
S
S
S